● CopyRightLeft 2009 - Forever | By Exosystem and Hendh Rose ●

+translator+

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

9.29.2009

[- Mempercantik background Flash disk - ›»

Jumpa lagi teman... pada turitorial kali ini saya akan membahas sedikit tentang cara mempercantik flash disk...
Teman dapat mengubah background dan warna teks nya menggunakan... software ini mempunyai kelebihan dari notepad tadi.. karena:
–notepad hanya dapat digunakan pada folder/tampilan depan sebuah drive saja tetapi tidak dapat digunakan pada sub foldernya..
-juga jika notepad atau gambar yang dijadikan backgroundnya terhapus maka tampilan background kembali menjadi putih (default)
Tapi jika menggunakan software kasayangan saya ini, semua masalah dia atas dapat diatasi
sebuah software yang bernama IESHWIZ Background maker.EXE ukurannya pun terbilang sangat kecil karena hanya berukuran 51 kb...
Mau percantik flashmu??? (wettzzzz... jangan ngilerr dulu!!!)
kalau mau download dulu IESHWIZ Background maker.EXE –nya di sini truz copy deh ke flash kamu

Kalo udah (download n copy ke flash) klik 2x IESHWIZ-nya, nanti akan muncul kotak dialog, kamu klik aja ‘next’ (lebih jelas lihat gambar 1)


Hapus semua centang dan berikan centang hanya pada ‘modify background picture...dst’ (lihat gambar 2)

Pilih gambar yang akan dijadikan backgroundnya (usahakan dimensinya 800x600 atau 1024x768 supaya sesuai dengan ukuran layar kompi) gambarnya sudah harus ada di flash kamu.. di gambar saya menggunakan logo gambar ‘guns and roses metal’ dan warna teksnya saya pilih yang berwarna ‘merah’ (kalau mau ganti klik di warna) truz ‘next’ lagi (lihat gambar 3)


Tarik nafas dalam-dalaaaaaaaaaaaaaaam
Truz klik ‘finish’


Hah???! Gak jadi???
Tenang..tenang kamu tinggal ‘klik kanan’ truz ‘refresh’
Eng-Ing-Engggggg:



Baca juga artikel sebelumnya:
Download Ebook Harry Potter and the Deathly Hallows



9.26.2009

Download Ebook Harry Potter and the Deathly Hallows



Hehehehehehe gimana??? Baru liat sampulnya jangan buru-buru donk...
Ketemu lagi dihari yang berbeda dengan artikel yang berbeda bersama sman4 kupang... berbeda dengan postingan sebelumnya Tips And Trik Menghemat Energi Baterai Ponsel
Langsung dibaca deh penggalan Harry Potter and the Deathly Hallows


Chapter Satu
The Dark Lord Ascending
(Kebangkitan Pangeran Kegelapan)

Dua orang itu muncul secara tiba-tiba, terpisah beberapa meter di sebuah jalan sempit yang diterangi oleh cahaya bulan. Sesaat mereka berdiri diam, tongkat masing-masing saling terarah ke dada yang lain. Setelah mengenali satu sama lain, mereka menyimpan tongkat masing-masing dibalik jubah dan mulai berjalan cepat ke arah yang sama.

"Bagaimana?" tanya orang yang paling tinggi dari keduanya. "Sempurna," jawab Severus Snape.

Jalan kecil itu dikelilingi oleh semak liar yang rendah disebelah kiri, pagar tanaman yg tinggi dan terawat disebelah kanan. Jubah panjang mereka berkibar selagi mereka berjalan bersama.

"Kupikir aku akan terlambat," ujar Yaxley, tubuh lebarnya terlihat dan menghilang di bawah cahaya bulan yang terhalang dedaunan. "Sedikit lebih rumit dari yang kukira, tapi kuharap dia puas. Kedengarannya kau yakin bahwa sambutanmu akan bagus?"

Snape hanya mengangguk tanpa memberikan penjelasan. Mereka berbelok ke kanan, ke arah jalan raya yang lebar yang menjadi ujung jalan kecil itu. Pagar tanaman tinggi yang mengelilingi mereka membelok di kejauhan, di belakang pagar besi yang menghalangi jalan kedua lelaki itu.

Tidak satu pun dari mereka menghentikan langkah: dalam kesunyian keduanya mengangkat lengan kiri mereka dalam penghormatan lalu berjalan menembusnya, seakan pagar logam berwarna gelap itu hanyalah asap.

Pagar tanaman itu seakan meredam suara langkah kaki mereka. Terdengar sebuah desikan di suatu tempat di sisi kanan mereka : Yaxley mengacungkan tongkatnya lagi, mengarahkannya melewati kepala kawannya, tapi sumber desikan itu ternyata hanyalah seekor burung merak putih yang berjalan dengan angkuh disepanjang puncak pagar tanaman itu. "Selalu berkecukupan, Lucius. Burung merak..." Yaxley memasukkan tongkat sihirnya dibalik jubah sambil mendengus.

Rumah bangsawan yang menawan itu terlihat dalam kegelapan di ujung jalan, cahaya berkilau dari jendela berpanel silang di lantai bawah. Di bagian kebun yang gelap, air mancur bergemericik. Kerikil berbunyi di bawah kaki mereka ketika Snape dan Yaxley mempercepat langkah mereka menuju pintu depan yang mengayun terbuka kedalam ketika mereka mendekat, meskipun tak ada yang membukanya.

Koridor yang mereka lewati berukuran lebar, cahayanya redup, dan dihiasi dengan indah, permadani mewah menutupi sebagian besar lantai batu. Mata beberapa lukisan berwajah pucat yang tergantung di dinding mengikuti Snape dan Yaxley selagi mereka lewat. Langkah dua pria tersebut terhenti di depan pintu kayu besar yang menuju ruang
berikutnya, dan berhenti sejenak untuk mengatur napas, lalu Snape memutar gagang pintu perunggu.

Ruang tamu dipenuhi orang-orang yang duduk membisu mengelilingi meja hias. Perabotan yang biasanya menghias ruangan itu telah disingkirkan hingga merapat ke dinding. Penerangan ruangan itu berasal dari perapian pualam indah yang disepuh kaca. Snape dan Yaxley berdiri di ambang pintu. Setelah mata mereka terbiasa dengan cahaya yang redup, mereka melihat pemandangan yang sangat aneh: sosok manusia yang tak sadarkan diri tergantung aneh; terbalik; jauh diatas meja, sesuatu berputar pelan seperti digerakkan suatu benang yang tidak terlihat, dan bayangannya terpantul cermin di atas permukaan meja yang mengilat. Tidak seorang pun yang melihat ke atas, kecuali pemuda berparas pucat yang duduk hampir tepat di bawahnya. Sepertinya dia tidak mampu menahan diri untuk melihat ke atas tiap menit.

"Yaxley. Snape," terdengar suara jelas bernada tinggi dari ujung meja. "Kalian hampir terlambat."

Sosok yang berbicara duduk tepat di depan perapian, membuat kedua orang itu hanya bisa melihat siluetnya. Saat mereka mendekat, terlihat wajah bersinar dalam kegelapan, tidak memiliki rambut, seperti ular, dengan celah lubang hidung, dan pupil matanya berwarna merah vertikal. Wajahnya pucat seolah-olah memancarkan cahaya seputih mutiara.

"Severus, kemari," Voldemort menunjuk tempat duduk yang berada tepat disebelah kanannya. "Yaxley- kau disamping Dolohov."

Dua laki- laki itu mengambil tempat yang disediakan untuk mereka. Setiap mata disekitar meja memandang Snape, dan kepadanyalah Voldemort memulai pembicaraan.

"Jadi?"

"Tuanku, Orde Phoenix berniat memindahkan Harry Potter dari tempat perlindungan yang selama ini ditempatinya, sabtu depan, menjelang malam."

Ketertarikan di sekitar meja memuncak: Beberapa terdiam, yang lain gelisah, semua menatap ke arah Snape dan Voldemort.

"Sabtu... menjelang malam," ulang Voldemort. Mata merahnya menatap mata Snape yang hitam dan mampu membuat beberapa orang memalingkan wajah, mereka terlihat ketakutan seakan-akan mereka akan dibakar oleh keganasan tatapan itu. Snape, meskipun begitu, balas menatap Voldemort dengan santai, dan beberapa saat kemudian, mulut
tanpa bibir Voldemort melekuk membentuk senyuman. "Bagus. Bagus sekali. Dan informasi ini datangnya - "
" - dari sumber yang pernah kita bicarakan," kata Snape.


"Tuanku."

Yaxley memajukan tubuhnya ke depan meja, sehingga dia dapat melihat Voldemort dan
Snape. Semua wajah mengarah padanya. "Tuanku, berita yang kudengar berbeda."
Yaxley menunggu, tetapi Voldemort tidak berbicara, lalu dia melanjutkan, "Dawlish, salah satu Auror, mengatakan bahwa Potter tidak akan dipindahkan sampai tanggal tiga puluh, malam sebelum dia berusia tujuh belas."

Snape tersenyum.

"Sumberku mengatakan ada rencana palsu untuk menipu kita, rencana itulah yang pasti palsu. Tidak diragukan lagi, Dawlish terkena Mantra Confundus. Ini bukan pertama kalinya; dia dikenal karena kepekaannya."

"Aku jamin, Tuanku. Dawlish tampak sangat yakin," kata Yaxley.

"Jika dia berada dalam kutukan Confundus, tentu saja dia terlihat sangat yakin," kata Snape. "Kuberitahukan padamu, Yaxley, kantor Auror tidak lagi ikut campur masalah perlindungan Harry Potter. Orde tahuu bahwa kita telah menyusup ke dalam Kementerian."

"Akhirnya Orde benar kali ini, eh?" kata pria bungkuk yang duduk tidak jauh dari
Yaxley; dia mengeluarkan tawa aneh yang diikuti tawa lain di sekitar meja.

Tetapi Voldemort tidak tertawa. Tatapannya terarah ke atas pada tubuh yang berputar pelan, dan dia terlihat tenggelam dalam pikirannya.

"Tuanku," Yaxley meneruskan, "Dawlish yakin sekelompok Auror akan dipakai dalam pemindahan anak itu -"

Voldemort mengangkat tangannya putihnya yang panjang, dan Yaxley terdiam, menatap kecewa ketika Voldemort berpaling lagi pada Snape.

"Dimana anak itu akan disembunyikan nantinya?"

"Disalah satu rumah milik anggota Orde," kata Snape. "Tempatnya, menurut sumber, telah dilindungi dengan semua perlindungan yang dapat diberikan Orde dan Kementerian. Kurasa hanya ada sedikit kemungkinan bagi kita untuk membawanya dari sana, Tuanku, kecuali Kementerian berhasil kita kuasai sebelum sabtu depan, memberikan kita kesempatan untuk menemukan dan menghapus semua mantra yang ada di tempat itu."

"Baiklah, Yaxley?" Voldemort menatap ke arah meja, nyala api berkilat aneh di matanya, "Akankah Kementerian kita kuasai Sabtu depan?"

Sekali lagi, semua kepala beralih, Yaxley mencondongkan bahunya.

"Tuanku, aku mempunyai berita bagus mengenai hal itu. Aku berhasil - dengan beberapa kesulitan rupanya, dan usaha yang maksimal - memantrai Pius Thickneese dengan kutukan Imperius."

Beberapa orang yang duduk di sekitar Yaxley tampak terkesan, seseorang di sampingnya, Dolohov, pria berwajah panjang dan berkerut, menepuk punggung Yaxley.

"Awal yang bagus," kata Voldemort. "Tapi Thicknesse seorang tidaklah cukup. Scrimgeour harus dikelilingi oleh orang orang kita sebelum kita beraksi. Satu kesalahan dalam pengambilan nyawa Kementerian akan membuatku kembali menempuh jalan yang panjang."

"Ya - Tuanku, itu benar - tetapi kau tahu, sebagai Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, Thicknesse tidak hanya memiliki kontak dengan Menteri Sihir, tetapi juga dengan semua kepala departemen di Kementerian. Hal itu, kupikir, akan menjadi mudah karena pejabat tinggi berada di bawah kendali kita, dan mereka akan mempengaruhi yang lain, mereka akan bekerja sama untuk menjatuhkan Scrimgeour."

"Selama teman kita Thicknesse tidak ketahuan sebelum dia mempengaruhi yang lain," kata Voldemort. "Bagaimanapun juga, Kementerian akan menjadi milikku sebelum sabtu depan. Jika kita tidak bisa menyentuh anak itu di tempat tujuannya, maka kita harus melakukannya saat dia sedang dalam perjalanannya."

“Kita memiliki keuntungan, Tuanku,” kata Yaxley, yang tampak meminta dukungan. "Sekarang kita memiliki beberapa orang di Departemen Transportasi Sihir. Jika Potter ber–Apparate atau menggunakan jaringan Floo, kita akan segera tahu di mana dia berada.”

“Dia tidak akan melakukannya,” kata Snape. "Orde tidak akan menggunakan segala bentuk transportasi yang dikontrol dan diatur oleh Kementerian; mereka tidak mempercayai apapun yang dikerjakan Kementerian.”

"Akan lebih baik,” kata Voldemort. ”Dia akan dipindahkan secara terbuka. Lebih mudah untuk ditangkap, pasti!”

Sekali lagi Voldemort mendongak dan melihat tubuh yang terus berputar pelan selagi dia bicara. ”Aku akan mengurus anak itu sendirian. Terlalu banyak kesalahan yang melibatkan Harry Potter. Sebagian kesalahan tersebut akulah yang membuatnya. Potter selamat akibat kesalahanku dan bukan karena keberhasilannya.”

Sekelompok penyihir di sekitar meja memperhatikan Voldemort dengan penuh

kekhawatiran, beberapa dari mereka, terlihat dari ekspresi mereka, merasa takut mereka bisa saja disalahkan karena keberadaan Harry Potter yang masih ada sampai saat ini. Bagaimanapun, ucapan Voldemort sepertinya lebih ditujukan untuk dirinya sendiri daripada kepada sekelompok orang di ruangan itu, pandangannya masih tertuju pada sosok yang tak sadarkan diri di atasnya.

“Aku telah ceroboh, dan tentu saja dihalangi oleh kesempatan dan keberuntungan, semua rencana yang kulakukan hanya menghasilkan rencana kosong yang tidak tercapai. Tapi sekarang aku tahu sesuatu yang lebih baik. Aku mengerti beberapa hal yang tidak kumengerti sebelumnya. Jika ada orang yang harus membunuh Harry Potter, orang itu adalah aku.”

Ketika Voldemort mengucapkan kata-kata tersebut, terdengar sesuatu seperti tanggapan atas perkataan itu, terdengar suara ratapan, dan berlanjut suara tangisan kesengsaraan dan kesakitan. Beberapa orang melihat terkejut sambil melihat ke bawah meja, karena suara tersebut seakan-akan berasal dari kaki mereka sendiri.

"Wormtail," kata Voldemort, tanpa perubahan dalam ketenangan suaranya, dan tanpa mengalihkan pandangan dari sosok tubuh yang berputar diatasnya, "Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membuat tawanan kita tetap diam?"

“Ya, T- Tuanku,” sahut penyihir kecil yang duduk begitu rendah di kursinya, orang-orang meliriknya, dan kemudian mengabaikannya. Dia bangkit dari tempat duduknya lalu berlalu cepat dari ruangan itu tanpa meninggalkan apapun kecuali kilauan benda perak.

“Seperti yang telah kusampaikan,” lanjut Voldemort, sambil melihat wajah tegang para pengikutnya, "Aku lebih mengerti kali ini. Saat ini juga aku harus meminjam tongkat salah satu dari kalian sebelum aku membunuh Potter.”

Semua wajah menunjukkan keterkejutan yang luar biasa; seakan Voldemort memberitahu mereka bahwa dia ingin meminjam salah satu lengan mereka.

"Tidak ada sukarelawan?" kata Voldemort. "Kalau begitu... Lucius, aku tidak melihat alasan bahwa kau masih memerlukan tongkatmu."

Lucius Malfoy mengangkat kepalanya. Kulitnya terlihat kekuningan dan seperti lilin dalam cahaya api, dan matanya cekung serta berbayang. Saat dia berbicara, suaranya terdengar parau.

"Tuan?"

"Tongkatmu, Lucius. Aku ingin tongkatmu." "Aku..."
Malfoy melirik istrinya yang duduk di sampingnya. Istrinya menatap ke depan, wajahnya

sama pucatnya seperti suaminya, rambut pirangnya yang panjang tergerai di bahunya, namun tersembunyi di bawah meja, jari-jari kurusnya memegang erat tangan Lucius. Dengan sentuhannya, Malfoy menarik tongkat yang terselip dijubahnya dan menyerahkannya pada Voldemort yang mengangkat tongkat itu, mata merahnya memperhatikan tongkat itu dengan seksama.

“Apa jenis kayunya?”

"Elm, Tuanku," bisik Malfoy. "Dan intinya?"
"Naga - Serabut hati naga."

“Bagus,” kata Voldemort. Dia menarik tongkatnya sendiri dan membandingkan ukuran panjangnya. Lucius Malfoy membuat gerakan tak disengaja; sekejap kemudian, dia tampak berharap menerima tongkat milik Voldemort untuk ditukar dengan miliknya. Gerakan itu terlihat oleh Voldemort, matanya melebar penuh kedengkian.

"Kau pikir aku akan memberikan tongkatku, Lucius? Tongkatku?" Beberapa orang terkikik.
“Aku telah memberikan kau kebebasan, Lucius, apa itu tidak cukup untukmu? Dan dari apa yang kuperhatikan, kau dan keluargamu tampak tidak bahagia akhir-akhir ini. Apakah kehadiranku di rumahmu sangat mengganggumu, Lucius?”

“Tidak – Tidak sama sekali, Tuanku!” “Kau berbohong Lucius … “
Terdengar suara mendesis yang bahkan membuat mulut kejam tersebut berhenti bergerak. Satu atau dua penyihir menunjukkan rasa takut saat desisan tersebut terdengar lebih
keras; sesuatu yang berat terdengar sedang berjalan di bawah meja.

Seekor ular besar muncul dan memanjat perlahan menuju kursi Voldemort. Ular itu terus berjalan naik dan melingkar pada bahu Voldemort. Tebal leher ular itu sama dengan paha manusia, matanya dengan pupil celah vertikal, tidak bekedip. Voldemort menyentuh
pelan makhluk tersebut dengan jarinya yang kurus dan panjang, matanya masih menatap
Lucius Malfoy.

"Menapa keluarga Malfoy terlihat tidak bahagia dengan keadaan mereka saat ini? Apakah dengan kembalinya aku, kebangkitanku untuk menguasai dunia bukan hal yang mereka inginkan beberapa tahun terakhir ini?”

“Tentu, Tuanku,” kata Lucius Malfoy. Tangannya bergetar saat dia menghapus keringat

di atas bibirnya. “Kami menginginkannya – Sangat.”

Di sisi kiri Malfoy, istrinya bergerak aneh, mengangguk kaku, matanya teralih dari Voldemort ke ularnya. Di kanannya, anaknya Draco, yang tengah menatap tubuh yang tidak berdaya di atas, melirik sekilas pada Voldemort dan langsung berpaling, dia terlalu takut melakukan kontak mata dengan Voldemort.

“Tuanku,” kata seorang wanita berkulit gelap di pinggir meja barisan tengah, suaranya penuh dengan emosi, "Suatu kehormatan Anda berada di sini, di keluarga kami. Tidak ada kehormatan yang lebih baik daripada ini semua."

Dia duduk di sebelah saudarinya, dan tidak memiliki kemiripan dengan saudarinya, rambutnya gelap dan pelupuk matanya tebal, dia terlihat sangat tegas dan rendah diri di hadapan Voldemort, sedangkan Narcissa duduk diam dan kaku. Bellatrix memajukan dirinya ke depan meja, tidak ada yang bisa menjelaskan kerinduannya untuk lebih mendekat.

"Tidak ada kehormatan yang melebihi ini," ulang Voldemort, kepalanya dimiringkan ke arah lain seolah dia menilai Bellatrix. “Aku menganggapnya sebuah persetujuan, Bellatrix, darimu.”

Wajahnya seketika berwarna; air mata kebahagiaan mengalir dari matanya. "Tuanku tahu aku mengatakan kebenaran."
"Tidak ada kehormatan yang melebihi ini... bahkan jika dibandingkan dengan pesta besar, yang kudengar berlangsung di kediaman keluargamu minggu ini?”

Mata Bellatrix terbelalak, bibirnya membuka, dan dia terlihat kebingungan. “Saya tidak mengerti maksud anda, Tuanku.”

“Aku membicarakan keponakanmu, Bellatrix. Dan tentunya keponakan kalian juga, Lucius dan Narcissa. Dia baru menikah dengan si manusia serigala, Remus Lupin. Kalian pasti merasa bangga.”

Terdengar tawa mencemooh di sekitar meja. Beberapa wajah maju ke depan untuk memperlihatkan sirat kegembiraan; yang lain memukul meja dengan tinju mereka. Ular besar, yang membenci keributan, membuka mulutnya lebar dan mendesis marah, tetapi para Pelahap Maut tidak mendengarnya, mereka menikmati penghinaan yang ditujukan pada Bellatrix dan keluarga Malfoy.

Wajah Bellatrix, yang berseri gembira, seketika berubah seakan-akan ditumbuhi bisul jelek dan merah.

“Dia bukan keponakan kami, Tuanku,” dia menangis saat yang lain terlihat gembira. “Kami – Narcissa dan aku – tidak pernah berhubungan dengan saudara kami sejak dia

menikah dengan si darah lumpur. Anak itu tidak punya hubungan apapun dengan kami berdua, begitu juga binatang buas yang dia nikahi.”

“Bagaimana denganmu, Draco?” tanya Voldemort, suara pelannya mampu menyaingi ledekan dan cemohoohan. “Apakah kau akan merawat anaknya itu?”

Kegembiraan memuncak, Draco Malfoy menatap ngeri pada ayahnya, yang hanya menunduk melihat kakinya sendiri, lalu beralih menatap ibunya. dia menggelengkan kepalanya nyaris tak terlihat, dan kembali menatap lurus ke arah dinding yang berlawanan.

“Cukup,” kata Voldemort, menepuk ular yang marah. “Cukup.” Dan tawapun langsung berhenti.
“Kebanyakan generasi sejak generasi tertua kita semakin lama semakin terinfeksi,” dia berbicara saat Bellatrix menatapnya, sambil menahan napas dan memohon, "Kau harus menjaga generasi keluargamu, tetap menjaganya sehat dengan memotong komponen yang mengancam kemakmurannya."

"Ya Tuanku," bisik Bellatrix, dan sekali lagi matanya dipenuhi air mata terimakasih. "Dikesempatan pertama!"

“Kau harus melakukannya,” kata Voldemort. "Di keluarga kalian, juga didunia... kita akan membuang penyakit yang menginfeksi kita sampai hanya mereka yang berdarah murni yang tersisa...”

Voldemort mengangkat tongkat Lucius Malfoy, mengarahkannya langsung pada sosok yang berputar pelan yang terikat terbalik di atas meja, dan memberinya sedikit jentikkan. Sosok itu mulai sadar dengan rintihan dan mulai berusaha melepaskan ikatan tak terlihat yang mengikatnya.

"Apa kau mengenali tamu kita, Severus?” tanya Voldemort.

Snape mendongak dan melihat pada wajah kacau balau yang terikat terbalik itu. Semua Pelahap Maut menatap tawanan itu, seolah mereka diberi izin untuk memperlihatkan keingintahuan mereka. Saat wanita itu berputar menghadap perapian, wanita itu mengeluarkan suara ketakutan dan gemetar, “Severus! Tolong aku!”

“Ah, ya,” kata Snape ketika tawanan itu berputar pelan sekali lagi.

“Dan kau, Draco?” tanya Voldemort, menepuk pelan moncong ular itu dengan tongkatnya. Draco menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Saat wanita itu kembali terbangun, Draco tidak mampu melihatnya lagi.

"Kau tidak perlu mengambil kelasnya," kata Voldemort. "Bagi kalian yang belum tahu,

kita kedatangan seseorang untuk bergabung dengan kita malam ini, Charity Burbage yang, sampai beberapa waktu yang lalu, mengajar di sekolah Sihir Hogwarts.”

Terdengar bisikan kecil yang penuh dengan pemahaman. Di atasnya, gigi wanita tersebut bergemelutuk.

“Ya … Professor Burbage mengajar para penyihir muda tentang Muggle... bahwa mereka tidak berbeda dari kita... “

Salah satu Pelahap Maut meludah ke lantai. Charity Burbage berputar menatap Snape sekali lagi.

"Severus... kumohon... tolong..."

"Diam," kata Voldemort, menjentikkan tongkat Malfoy, dan Charity langsung terdiam. "Merasa kurang dengan mengotori dan merusak pikiran para penyihir muda, minggu lalu Profesor Burbage menulis ketertarikan pada Darah Lumpur di Daily Prophet. Dia
berkata, penyihir harus menerima pengetahuan dan sihir dari para pencuri tersebut. Berkurangnya darah murni, Profesor Burbage berkata, adalah keadaan yang sangat penting... Dia ingin kita semua berteman dengan Muggle... atau, tidak diragukan lagi, manusia serigala..."

Tak ada seorangpun yang tertawa kali ini. Ada kemarahan dan penghinaan dalam suara Voldemort. Untuk ketiga kalinya, Charity Burbage berputar menatap wajah Snape. Air mata mengalir dari matanya dan membasahi rambutnya. Snape balas menatapnya, terlihat tenang, setenang putaran Charity yang menjauh dari pandangannya.

“Avada Kedavra!”

Kilatan sinar hijau menerangi setiap sudut ruangan. Charity jatuh, bedebam keras, jatuh ke atas meja, yang bergetar dan retak. Beberapa Pelahap Maut terlonjak dari kursi mereka. Draco jatuh ke lantai.

“Makan malam, Nagini,” kata Voldemort dengan dingin, dan ular besar itu berjalan turun dari bahunya ke lantai yang mengkilap.

Sekian! Tuh Chapter 1 nya ajakalo mo baca lengkapnya silakan download di sini dengan passwordnya: sman4kupang
Oke sampai jumpa kembali.. Mampir lagi yah!!!


Baca juga artikel sebelumnya:
Tips And Trik Menghemat Energi Baterai Ponsel
Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Presiden RI (1945 - 1966)
Download E-book Kamus Indonesia-Jerman Gratis

9.24.2009

Tips And Trik Menghemat Energi Baterai Ponsel

Eitzzzz ketemu lagi! Thanks yah atas kunjungannya
Berbeda dengan artikel sebelumnya Kata Mutiara Bung Karno
Artikel kali ini tentang Tips And Trik Menghemat Energi Baterai Ponsel
Ok langsung pada bahasan:

Layaknya manusia dengan jiwa, ponsel juga punya jiwa sebagai energi untuk hidup yaitu baterai. Untuk itulah, rawat baterai ponsel agar umurnya lebih panjang. Simak tips, berikut ini:

1. Matikan ponsel.
Sebaiknya matikan ponsel jika Anda berada di sebuah tempat yang kemungkinan untuk mendapatkan sinyalnya sulit. Kalau ponsel terus diaktifkan, sementara ponsel terus menerus mencari sinyal, hal ini akan membuat energi baterai Anda terkuras.

2. Pakai repeater.
Saat berada di tempat yang sangat terpencil, gunakan repeater ponsel untuk memperkuat penangkapan sinyal.

3. Matikan fitur suara yang tidak penting, jangan biarkan aktif sepanjang hari.

4. Jangan aktifkan ringtone dan fitur getar sekaligus karena cukup menguras energi baterai, aktifkan salah satunya saja. Saat berada di bioskop ada baiknya aktifkan fitur getarnya saja, namun saat berada di tempat publik seperti mall, stasiun dan bandara, mengaktifkan ringtone bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Kurangi brightness layar ponsel Anda hingga 50 persen agar energi baterai yang terpakai lebih hemat.

6. Matikan Bluetooth jika tak digunakan. Untuk diketahui saja, Bluetooth yang aktif akan menguras energi baterai ponsel lebih cepat.

7. Sama halnya seperti Bluetooth, matikan juga fitur infrared jika tak digunakan.

Itu saja tips yang dapat saya bagikan pada artikel ini... baik semoga bermanfaat!!! Ditunggu lagi kedatangannya ^_^

9.21.2009

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Presiden RI (1945 - 1966)

Selamat bergabung kembali bersama SMA N 4 Kupang !!! Artikel yang berbeda dengan sebelumnya yaitu Download E-book Kamus Indonesia-Jerman Gratis

Baik kali ini kita akan membahas tentang kata-kata mutiara Bung Karno Presiden RI ke-1:
Silakan.. silakan:

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” - Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Terinspirasi bukan? Makanya kita sebagai generasi muda penerus harapan bangsa harus membela dan menjaga keutuhan tanah air tercinta ini (wetzzzzzzz jangan dulu mikirin perang) lewat cara belajar... Ok??!!



Baca juga artikel sebelumnya:
Download E-book Kamus Indonesia-Jerman Gratis
Cara Mengatakan Aku Cinta Kamu Dalam 101 Bahasa
Download Langsung Tema HP Nokia berekstensi .nth Buatan Siswa SMA Kupang

9.18.2009

Download E-book Kamus Indonesia-Jerman Gratis

Selamat datang kembali di sman 4 kupang, Artikel yang berbeda dengan sebelumnya yaitu Cara Mengatakan Aku Cinta Kamu Dalam 101 Bahasa
Ok langsung pada inti artikel tentang ebook kamus bahasa indonesia- jerman, berikut baberapa sampelnya:

Abad Jahrhundert
Bab Thema, Gegenstand, Kapitel [beim Buch]
Cabai spanischer Pfeffer
Dada Brust, Brustkasten; Herz [in Zusammensetzung mit festen
Verbindungen]
Efisien effizient, wirkungsvoll
Faham Verstand, Fassungskraft, das Begreifen
Gabah Reis [ungeschält]
Habis aufgebraucht, verbraucht, fertig, weg, völlig; Ende, Ablauf,
Schluß
Ia er, sie, es [schriftsprachlich]
Jabang bayi Säugling, Baby
Kabar Nachricht, Neuigkeit
Labil labil
maaf! Verzeihung!, Vergebung!, Entschuldigung!
Nabi Prophet
Obat Arznei, Medizin, Heilmittel
Pabrik Fabrik
Rabu Mittwoch
Saat Moment, Augenblik
Taat Gehorsam, Gehorsamkeit [gegen Gott]; Frömmigkeit,
gottgefälliges Leben; fromm, gewissenhaft, treu, loyal
uang Geld
visa Visum
wadah Behälter, Schale
ya ja, nun [Verzögerungspartikel]; ... ja? [Zweifelsfrage zur
Vergewisserung]
Zakat pflichtgemäße Almosengabe

Ok kalo tertarik langsung download kamus indonesia-jermandi sini
Semoga membantu!!!

Cara Mengatakan Aku Cinta Kamu Dalam 101 Bahasa

Oke ketemu lagi! Baik kali ini sman 4 kupang akan menambah wawasan teman-teman dengan berbagi Cara Mengatakan Aku Cinta Kamu Dalam 101
Bahasa
. Berbeda dengan postingan sebelumnya download langsung tema hp . nth buatan siswa sman4 kupang
Langsung aja gak pake panjang x lebar berikut beberapa sampelnya:

Afrika Ek het jou lief
Bambara M'bi Fe
Cina Mandarin Wo ai ni
Denmark Jeg Elsker Dig
Esperanto Mi amas vin
Faroese Eg elski teg
Gaelic Ta gra agam ort
Hiligaynon Palangga ko ikaw
India Hum Tumhe Pyar Karte hae
Jepang Aishiteru atau anata ga daisuki desu
Kamboja Soro lahn nhee ah
Latin Te amo
Macedonia/Irak Te Sakam
Nahuatl Ni mits neki
Persia/Irak Doo-set daaram
Rumania Te iubesc
Serbia Volim te
Taiwan Wa ga ei li
Ukrainia Ya tebe kahayu
Vietnam Anh ye^u em (kepada wanita )
Welsh 'Rwy'n dy garu di
Yoruba Mo ni fe


Sumber yuwie-friendster.blogspot.com

Gimana menarik bukan? Oke bagi yang tertarik langsung download cara mengatakan aku cinta kamu dalam 101 bahasa di sini
Tunggu lagi yah postingan selanjutnya...
See you next time!!!


Baca juga artikel sebelumnya:
Download Langsung Tema HP Nokia berekstensi .nth Buatan Siswa SMA Kupang
Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi Secara umum penemuan

9.16.2009

Download Langsung Tema HP Nokia berekstensi .nth Buatan Siswa SMA Kupang

Download Langsung Tema HP Nokia berekstensi .nth Buatan Siswa SMA Kupang

Postingan kali ini adalah tentang tema-tema khusus hp berekstensi .nth yang asli dibuat oleh siswa SMAN 4 Kupang. Berbeda dari artikel sebelumnya: Sejarah Manusia Purba
Buat teman-teman yang suka mengoleksi tema-tema hp mungkin tema berikut dapat menambah daftar koleksi anda. Sudah.. sudah ga pake basa basi lagi langsung sedotttttt:

• Tema Abstrak : Abstrak Download di sini

• Animasi : Kakahashi sharin_gun Download di sini
Kiba Download di sini
• Band Rock : Green Day Download di sini
Linkin Park Download di sini

Ooops jangan lupa ya memberikan komentar setelah mencoba temanya.. Selamat mendownloadnya juga menerapkannya!!!">


Baca juga artikel sebelumnya:
Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi Secara umum penemuan

9.14.2009

Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi Secara umum penemuan

Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi Artikel kali ini berbeda dengan artikel sman4 kupang sebelumnya yaitu kata-kata cinta dalam berbagai bahasa Langsung deh kita bahas artikelnya:
Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

Oke begitu saja penjelasan saya hari ini.. rajin belajar yah!!!

+banner sobatt+

+Blog Roll+

+sobat+

 

● CopyRightLeft 2009 - Forever | By Exosystem and Hendh Rose ●